Damai Saudaraku
Submitted by MoneyMachine on
Sep 14, 2010
Pada Tanggal 14 September 2010, saya menonton acara di Metro TV yang salah satu nara sumber yang saya kenal yaitu bapak Abu Sangkan (dan dua orang lainnya) dengan Kania Sutisna Winata sebagai pembawa acaranya, dalam catatan ini saya teringat dengan perkataan bapak Abu dan kedua lainnya :
1.
Yang disebut melawan orang musrik adalah melawan orang orang yang munafik, karena mereka juga menjalankan Sholat tapi tidak ber-perilaku layaknya seorang Mukmin (ISLAM)
2.
Melawan perasaan ingin selalu “BENAR”, itu terlihat dari cara manusia sekarang ini bersosialisasi, tanpa lagi memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengemukakan pendapat.
3.
Melawan setiap tindakan yang akan menghancurkan tata cara dan keimanan seorang Muslim, tapi bukan terus berarti, tanpa ada penindasan dan dalam situasi damai, terus kita buat keonaran dan disana dicontohkan saat Nabi Muhammad Hijrah dari MEKAH ke MADINAH yang sebelum Nabi menetap di MADINAH selama 13 tahun, sudah hidup para penganut agama YAHUDI, dan NASRANI di Madinah, makanya terus lahir PIAGAM MADINAH yang secara mendasar berisi “hidup secara damai dengan perbedaan yang ada”.
4.
Memberikan keleluasaan pada orang NON-MUSLIM melakukan ibadah sesuai aturan mereka, selama tidak mengganggu/merusak tatanan hidup Warga Muslim.
5.
Tanamkan dalam diri seorang MUSLIM untuk selalu bisa menerima perbedaan, selama tidak merusak tatanan hidup dan aturan, lebih lebih menghancurkan keimanan seorang MUSLIM, AgamaKU AgamaKU, AgamaMU AgamaMU dan perbedaan itu harus diterima oleh masing masing pihak bukannya saling menjatuhkan dan saling mencari kesalahan, lebih lebih membenarkan apa yang kita yakini dengan menghancurkan apa yang mereka yakini (selama masing masing pihak tidak menjelekan, menghancurkan, sekaligus menindas apa yang diyakininya)
6.
Manusia diberi hidup sekarang ini adalah sebagai KHALIFAH atau wakilnya ALLAH, dalam arti apa yang kita miliki sekarang ini adalah milik Allah, jangan sampai kita merasa semuanya adalah milik kita, karena ini akan membuat manusia menjadi serakah dan lupa.
Rasanya dari ke-enam pendapat yang bapak bapak tadi katakan, bakalan DAMAI kehidupan ini sekaligus memperlihatkan sikap seorang MUSLIM yang SEBENARNYA, karena seorang MUSLIM meyakini adanya kitab kitab ZABUR (Nabi Daud), TAURAT (Nabi Musa), INJIL (Nabi Isa), dan AL’QURAN sendiri (Nabi Muhammad) sebagai kitab kitab yang memiliki penganutnya masing masing, dan juga diyakini ditiap penganut ini juga tidak sedikit (bahkan cenderung meningkat sekarang ini) yang menafsirkan sesuai dengan keadaan “KAUM TERTINDAS” atau minoritas dan ada yang juga menafsirkan sesuai dengan “KEKUASAAN” atau kaum mayoritas dan mereka mereka ini adalah kaum ZIONIS atau kaum yang merasa (paling) BENAR dan bertindak untuk “MENGHANCURKAN” semua diluar apa yang mereka yakini.
Sadarlah wahai saudaraku, tidak ada yang abadi di muka bumi ini, usia manusia sekarang ini rata rata paling top berumur 85 tahun, tanpa harus disakiti, tanpa harus dibunuh, sudah pasti setiap manusia akan ada waktunya menghadap SANG PENCIPTA dengan berbagai cara-NYA bisa dengan bencana alam, sakit, kecelakaan dll tanpa tau kapan kematian itu akan datang pada kita, segeralah kembali dan yakini bahwa hidup di dunia hanya sementara, penyesalan di dunia bila masih diberi waktu dapat kita perbaiki, tapi penyesalan setelah kita mati, sudah tidak ada waktu lagi untuk disesali.
Agama (Keyakinan) itu lahir karena manusia diberi AKAL dan HATI, bukan hanya Akal saja tanpa punya Hati, atau bukan hanya punya Hati saja tanpa punya Akal, apalagi Jaman sekarang ini Agama (Keyakinan) bukan hanya dipengaruhi oleh AKAL dan HATI saja tapi juga dipengaruhi oleh PERUT yang cenderung dapat mengeluarkan semua kotoran kotoran yang selain mengotori Agama lain tanpa disadari itu juga akan mengotori Agama sendiri yang dianutnya. Cukuplah ALLAH menciptakan JIN, SETAN dari api, tapi janganlah sampai kita menjadi SETAN yang berbentuk sebagai manusia yang berisi api dalam AKAL dan HATI kita, selalu teduhkan dan sirami AKAL dan HATI kita untuk selalu mengingat SANG PENCIPTA
Janganlah mengotori Agama lain lebih lebih akan berdampak mengotori Agama sendiri, karena manusia yang hidup sekarang ini “SAMA SEKALI” belum merasakan MATI (tapi jangan juga sampai melupakan MATI), karena PEMBENARAN itu sendiri akan terjawab nanti setelah tiba saatnya kita MATI
DAMAI lah SAUDARAKU
Posted in | 0 comments
0 comments to “ Damai Saudaraku ”




